Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Desember 2013

Jaringan Komputer Lanjut

LATIHAN SOAL


1.    Menentukan operasi-operasi primitif dan layanan layer yang berada di bawahnya
a.    Entitas                                            c. Peer Entity
b.    Peer process                                 d. Interface

2.    Protokol yang menggunakan algoritma routing flooding dalam pengiriman paket-paket routing-nya adalah :
a.    OSPF                                              c. RIPv2
b.    RIPv1                                              d. Jawaban a, b, dan c benar

3.    Relay yang bekerja pada lapisan keempat adalah :
a.    Gateway                                         c. Protocol Converter
b.    Bridge                                             d. Repeater

4.    Memiliki kelebihan sekali dipakai maka ia transparan dan relatif tanpa delay :
a.    Jaringan switching
b.    Jaringan circuit switching
c.    Jaringan packet switching – virtual circuit
d.    Jaringan packet switching – datagram

5.    Mengenai jaringan packet switching datagram, pernyataan yang benar adalah :
a.    Membutuhkan waktu penguraian alamat yang lebih lama daripada rangkaian virtual
b.    Aliran data umumnya berkesinambungan dan tidak putus-putus
c.    Membutuhkan pemakaian ruang memori yang lebih besar daripada rangkaian virtual
d.    Jawaban a, b, dan c benar semua
6.    Pernyataan berikut yang benar adalah :
a.    Pada routing optimal, sink tree harus unik dan hanya satu-satunya
b.    Pada routing terisolasi, router saling bertukar informasi dengan router-router tetangganya
c.    Pada routing keadaan-link, dalam mengukur biaya saluran dapat pula dengan mengukur maupun tidak mengukur faktor beban
d.    Routing multilintasan menggenerasi sejumlah paket duplikat

7.    Pernyataan berikut benar, kecuali :
a.    Keberhasilan fungsi layer atas bergantung pada keberhasilan operasi lapisan bawah
b.    Arsitektur jaringan adalah himpunan protokol dan entitas-entitas yang menerapkannya
c.    Salah satu fungsi protokol adalah enkapsulasi
d.    Sebenarnya tidak ada data yang dipindahkan secara langsung dari layer n suatu mesin ke layer n mesin lainnya

8.    Routing protokol yang mungkin terjadi loop :
a.    OSPF          b. RIP             c. BGP            d. Jawaban a, b, dan c benar
9.    Bridge yang memiliki ciri routing-nya suboptimal adalah :
a.    Bridge transparan                                  c. Jawaban a, dan b benar
b.    Bridge routing sumber                             d. Jawaban a, dan b salah

10. Berfungsi untuk menyediakan jalur sinyal yang jelas di antara sepasang perangkat yang terpasang :
a.    Switch digital                               c. Unit control
b.    Interface jaringan                         d. Stasiun

11. Standar yang dipergunakan untuk mengantarmukakan sistem host dengan jaringan packet switching :
a.    Protocol X.75                                 c. Protocol TCP
b.    Protokol IP                                     d. Protokol X.25

12. Informasi yang perlu diketahui dalam routing berdasarkan arus adalah, kecuali:
a.    Matriks kapasitas jalur                 c. Matriks lalu lintas
b.    Algoritma routing sementara      d. delay setiap jalur

13. Dalam layanan connection-oriented, sinyal entity yang dipanggil dinyatakan dengan :
a.    CONNECT.response                   c. CONNECT.indication
b.    CONNECT.request                      d. CONNECT.confirm

14. Routing protocol yang menggunakan metrik tunggal adalah :
a.    OSPF, RIPv1                                 c. RIPv1,RIPv2
b.    OSPF, RIPv2                                 d. OSPF, RIPv1, RIPv2

15. Standar protokol X.75 digunakan untuk :
a.    Gateway tanpa koneksi               c. Interior router
b.    Exterior router                               d. Gateway berorientasi koneksi

16. Data switch merupakan contoh dari :
a.    Jaringan packet switching – datagram
b.    Jaringan circuit switching
c.    Jaringan packet switching – virtual circuit
d.    Jawaban a, b, dan c tidak ada yang tepat

17. Dengan layanan tanpa koneksi, jaringan hanya setuju untuk menangani paket-paket secara terpisah dan berusaha sebaik-baiknya dalam pengiriman :
a.    External VC service                     c. External datagram service
b.    Internal VC operation                  d. Internal datagram operation

18. Routing yang memiliki kelemahan meningkatnya panjang lintasan :
a.    Routing multilintasan                  c. Routing terdistribusi
b.    Routing hirarkis                       d. Routing hot potato

19. Layanan acknowledgement datagram merupakan contoh jenis layanan :
a.    Reliable connection-oriented
b.    Unreliable connection-oriented
c.    Reliable connectionless
d.    Unreliabe connectionless

20. Bila perangkat relay ini dipasang di antara jaringan maka frame yang dikirim oleh suatu host akan terdengar oleh semua host lainnya :
a.    Bridge                                            c. Repeater               
b.    Router                                            d. Protocol Converter

21. Gateway keluar harus mengetahui kapan ia telah menerima semua frame. Ini harus dipenuhi dalam :
a.    Fragmentasi transparan                       c. Fragmentasi
b.    Fragmentasi non transparan                 d. Fragmen elementer

22. Yang menjadi kekurangan dari space-division switch bertahap adalah kecuali :
a.    Memerlukan skema kontrol yang lebih kompleks
b.    Jumlah titik persimpangan berkembang seiring perkembangan jumlah stasiun yang terpasang
c.    Hilangnya titik persimpangan menghalangi koneksi antara dua stasiun yang jalurnya di titik persimpangan itu
d.    Titik persimpangan tidak dapat digunakan dengan efisien

23. Kelebihan jaringan packet switching dibandingkan dengan jaringan circuit switching :
a.    Diberlakukan skala prioritas
b.    Mampu menampilkan konversi laju data
c.    Efisiensi pemakaian jalur
d.    Jawaban a, b, dan c benar

24. Algoritma routing ini konsepnya adalah ada beberapa lintasan antara pasangan simpul yang sama baiknya :
a.    Routing broadcast                        c. Routing hirarkis
b.    Routing multicast                         d. Routing multilintasan

25. Layanan yang diberikan network layer kepada transport layer adalah juga menentukan layanan yang diberikan oleh :
a.    Subnet kepada host
b.    Jaringan pembawa kepada pemakainya
c.    Jawaban a, dan b benar
d.    Jawaban a dan b salah






Sabtu, 08 Juni 2013

Sertifikat pada WEB Browser

Memulai SSL (https:)

Ketika menjalankan bisnis bersama pelanggan secara online, suatu saat mungkin Anda perlu meminta informasi pelanggan Anda – misalnya, jika mereka mendaftar ke buletin atau melakukan pemesanan. Untuk membantu melindungi informasi pelanggan Anda, ada teknologi yang bernama "SSL" (Secure Sockets Layer) yang mengenkripsi data yang melintas bolak-balik antara browser web dan server web. Alamat web yang telah diamankan dengan SSL diawali dengan https: bukan http:sehingga sebagian orang merujuk SSL sebagai "HTTPS". Saat mengumpulkan informasi pribadi dan finansial tertentu, AdWords mewajibkan penggunaan sambungan SSL di laman web Anda.

Manfaat SSL

Menggunakan SSL memberikan privasi dan keamanan yang lebih baik daripada sambungan web yang tidak dienkripsi. Hal ini mengurangi kemungkinan risiko penyadapan atau penyalahgunaan informasi oleh pihak ketiga. Banyak pengunjung situs merasa lebih nyaman berbagi informasi pembayaran dan informasi pribadi lainnya saat mereka mengetahui bahwa mereka menggunakan sambungan SSL.
Memeriksa SSL di laman web
Sebagian besar browser web menampilkan ikon gembok bila sambungan SSL dibuat. Lihat indikator SSL browser Chrome
Cara yang paling langsung untuk memeriksa SSL adalah memasukkan alamat web ke dalam browser dengan mencantumkan https:// di awal -- misalnya,https://adwords.google.com. Jika Anda melihat ikon gembok pada peramban, klik ikon tersebut untuk melihat informasi tambahan guna mengonfirmasikan sambungan aman. Jika Anda tidak melihat ikon gembok, berarti laman ini tidak diamankan dengan SSL.
Perhatikan bahwa banyak situs web hanya menggunakan SSL pada laman tertentu tempat informasi sensitif, seperti sandi atau nomor kartu kredit, dikirimkan.

Menyiapkan SSL di situs web

Jika Anda tidak memiliki SSL dan perlu menerapkannya ke satu atau beberapa laman di situs web Anda, berikut ini langkah utamanya:
  1. Dapatkan sertifikat SSL untuk situs web Anda. Sertifikat SSL adalah dokumen elektronik yang memverifikasi identitas bisnis Anda dan memungkinkan server web membuat enkripsi aman pada browser web pengunjung. Seperti pada penginangan situs web, ada berbagai penyedia dan opsi sertifikat SSL yang tersedia. Anda dapat memeriksa dengan inang web Anda yang ada untuk mengetahui penawaran sertifikat SSL yang mereka sediakan dan apakah mereka dapat membantu pemasangan sertifikat. Opsi yang paling terjangkau yang biasanya ditawarkan oleh host web disebut "sertifikat bersama". Penggunaan sertifikat bersama dapat diterima untuk memenuhi persyaratan kebijakan SSL AdWords.
  2. Pasang sertifikat SSL pada server web Anda. Metode pemasangan bervariasi bergantung pada server web Anda dan jenis sertifikat yang Anda beli. Instruksi pemasangan khusus, sumber daya, dan dukungan biasanya ditawarkan oleh penyedia sertifikat atau inang web Anda.
  3. Tentukan laman pada situs web yang ingin diamankan dengan SSL. Situs web yang paling aman menggunakan SSL di seluruh situs mereka. Namun, kebijakan AdWords, hanya mengharuskan penggunaan sambungan aman pada laman yang mengumpulkan atau mengirim informasi pribadi dan finansial tertentu, seperti sandi masuk pribadi, detail kontak, atau nomor rekening bank.
  4. Edit tautan ke laman (dan elemen laman) yang ingin Anda muat dengan aman. Untuk laman mana pun yang ingin Anda muat dengan aman, ubah tautan ke laman tersebut agar terbaca https:// di awal bukan http://. Misalnya, jika Anda ingin mengubah http://checkout.google.com/login.htm menjadi aman, Anda akan mengubah semua tautan ke laman tersebut pada situs web Anda menjadihttps://checkout.google.com/login.htm. Anda juga dapat menyiapkan pengalihan server untuk merutekan orang yang mencoba mengunjungi URL yang tidak aman secara otomatis, seperti http://checkout.google.com/login.htm, ke sambungan aman, seperti https://checkout.google.com/login.htm.
  5. Uji untuk memverifikasi bahwa laman Anda telah aman. Coba kunjungi semua laman aman Anda yang baru menggunakan minimal dua peramban modern yang berbeda yang mungkin digunakan oleh pengunjung situs biasa Anda. Jika Anda melihat ikon gembok pada browser Anda, klik ikon tersebut untuk melihat informasi tambahan guna mengonfirmasikan bahwa sambungan Anda telah aman. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memiliki "konten campuran" pada laman https:. Hal itu berarti satu atau beberapa elemen (biasanya gambar, berkas flash, atau berkas CSS) yang dimuat pada laman https: menggunakan URL http:// yang tidak aman. Kebanyakan peramban modern akan mencantumkan sumber daya yang tidak aman pada laman konten campuran di konsol Javascript mereka (pada beberapa peramban, mungkin disebut "Javascript debugger"). Untuk memperbaiki masalah tersebut, periksalah kode HTML pada laman tersebut dan lakukan hal-hal berikut:
    • Telusuri http://
    • Ganti contoh apa pun yang Anda temukan dengan //
    • Simpan perubahan ke server web Anda dan coba uji lagi.
Jika masalah tetap terjadi dan Anda mendapatkan peringatan konten campuran di laman, kemungkinan hal ini terjadi akibat adanya masalah dalam kode Javascript atau flash Anda.

Biaya SSL

Biaya layanan SSL bervariasi. Sejak 1 Maret 2012, banyak penyedia sertifikat SSL menawarkan sertifikat satu tahun seharga kurang dari $100 USD. Banyak host web dan e-niaga menawarkan layanan SSL dasar sebagai bagian dari paket hosting web tanpa biaya tambahan.

Jumat, 24 Mei 2013

CLIENT SERVER

Pengertian Client Server
Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta olehclient.
Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :
1. Servis (layanan)
Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya
 Server sebagai provider, client sebagai konsumen
2. Sharing resources (sumber daya): Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.
3. Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris ): Many-to-one relationship antara client dan server.Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.
4. Transparansi lokasi: Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.
5. Mix-and-Match : Perbedaan server client platforms
6. Pesan berbasiskan komunikasi; Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.
7. Pemisahan interface dan implementasi: Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.
Client Server System
Client / Server Application

Perbedaan Tipe Client-Server
1.File Servers
File server vendors mengklaim bahwa mereka pertama menemukan istilah client-server.
Untuk sharing file melalui jaringan

2.Database Servers
Client mengirimkan SQL requests sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil perintah SQL dikembalikan.
Server menggunakan kekuatan proses yang diinginkan untuk menemukan data yang diminta dan kemudian semua record dikembalikan pada client.

3.Transaction Servers (Transaksi Server)
Client meminta remote procedures yang terletak pada server dengan sebuah SQL database engine.
Remote procedures ini mengeksekusi sebuah grup dari SQL statement
Hanya satu permintaan / jawaban yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi.

4.Groupsware Servers
Dikenal sebagai Computer-supported cooperative working
Manajemen semi-struktur informasi seperti teks, image, bulletin boards dan aliaran kerja
data diatur sebagai dokumen.

5.Object Application Servers
Aplikasi client/server ditulis sebagai satu set objek komunikasi.
Client objects berkomunikasi dengan server objects melalui Object Request Broker (ORB)
Client meminta sebuah method pada remote object.

6.Web Application Servers (Aplikasi Web Servers)
World Wide Web adalah aplikasi client server yang pertama yang digunakan untuk web.
Client dan servers berkomunikasi menggunakan RPC seperti protokol yang disebut HTTP.

Fungsi client server
Dalam konteks basis data, client mengatur interface berfungsi sebagai workstation tempat menjalankan aplikasi basis data. Client menerima permintaan pemakai, memeriksa sintaks dan generate kebutuhan basis data dalam SQL atau bahasa yang lain. Kemudian meneruskan pesan ke server, menunggu response dan bentuk response untuk pemakai akhir. Server menerima dan memproses permintaan basis data kemudian mengembalikan hasil ke client.
Proses-proses ini melibatkan pemeriksaan autorisasi, jaminan integritas, pemeliharaan data dictionary dan mengerjakan query serta proses update. Selain itu juga menyediakan kontrol terhadap concurrency dan recovery.
Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
  • Memungkinkan akses basis data yang besar
  • Menaikkan kinerja
  • Jika client dan server diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin server jika hanya memproses basis data.
  • Biaya untuk hardware dapat dikurangi
  • Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis data
  • Biaya komunikasi berkurang
  • Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang sedikit yang akan dikirim melewati jaringan
  • Meningkatkan kekonsistenan

Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu didefinisikan dan validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami
Berikut ini adalah ringkasan fungsi client-server
Client
• Mengatur user interface
• Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
• Memproses aplikasi
• Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server
• Memberikan response balik kepada pemakai
• Menyediakan akses basis data secara bersamaan
• Menyediakan kontrol recovery
Server
• Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
• Memeriksa autorisasi
• Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint
• Melakukan query/pemrosesan update dan memindahkan response ke client
• Memelihara data dictionary

Aplikasi client server
Istilah arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu system ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi.
Macam-macam arsitektur aplikasi Client-Server beserta kelebihan dan kekurangannya yaitu:

1. Standalone (one-tier)
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Walaupun computer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, dan karena mereka “dump- client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada.
Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap bayi, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus.
Keuntungan arsitektur standalone (one-tier):
  • Sangat mudah
  • Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan

Kelemahan arsitektur standalone (one-tier):
  • Skala kecil
  • Susah diamankan
  • Menyebabkan perubahan terhadap salah satu komponen diatas tidak mungkin dilakukan, karena akan mengubah semua bagian.
  • Tidak memungkinkan adanya re-usable component dan code.
  • Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan

2. Client/Server (two tier)
Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.
Aplikasi ditempatkan pada computer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.
Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service).
Tiga komponen tersebut yaitu :
1. User Interface. Adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user.
2.  Manajemen Proses.
3. Database. Model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua lapisan.
Kelebihan dari model client/server
• Mudah
• Menangani Database Server secara khusus
• Relatif lebih sederhana untuk di develop dan diimplementasikan.
• Lebih cocok diterapkan untuk bisnis kecil.
Server database berisi mesin database, termasuk tabel, prosedur tersimpan, dan trigger (yang juga berisi aturan bisnis). Dalam system client/server, sebagian besar logika bisnis biasanya diterapkan dalam database.
Server database manangani :
• Manajemen data
• Keamanan
• Query, trigger, prosedur tersimpan
• Penangan kesalahan
Arsitektur client/server merupakan sebuah langkah maju karena mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke computer client. Ini berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja server file tidak akan menurun dengan cepat. Dengan client/server user dair berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal.
Namun masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain menjalankan tugas-tugas tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan nyata dari sebagian besar aplikasi.
Kekurangan dari model client/server :
  • Kurangnya skalabilitas
  • Koneksi database dijaga
  • Tidak ada keterbaharuan kode
  • Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi skala kecil.
  • Susah di amankan.
  • Lebih mahal.

3. Three Tier
Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya.
Application Server umumnya berupa business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java. Sehingga kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier tersebut. Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server.
Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka Application Server selalu mengirimkan Web Application-nya ke computer Client. Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan akan cukup besar, Sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database server. Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan.
Kelebihan arsitektur Three Tier :
  • Segala sesuatu mengenai database terinstalasikan pada sisi server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil.
  • Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah.
  • Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server ataupun sisi client.
  • Skala besar.
  • Keamanan dibelakang firewall.
  • Transfer informasi antara web server dan server database optimal.
  • Komunikasi antara system-sistem tidak harus didasarkan pada standart internet, tetapi dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada tingkat yang lebih rendah.
  • Penggunaan middleware mendukung efisiensi query database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari database.

Kekurangan arsitekture Three Tier :
• Lebih susah untuk merancang
• Lebih susah untuk mengatur
• Lebih mahal

4. Multi Tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.
Multi-tier architecture menyuguhkan bentuk three – tier yang diperluas dalam model fisik yang terdistribusi. Application server dapat mengakses Application server yang lain untuk mendapat data dari Data server dan mensuplai servis ke client Application.
Kelebihan arsitektur Multi tier :
Dengan menggunakan aplikasi multi-tier database, maka logika aplikasi dapat dipusatkan pada middle-tier, sehingga memudahkan untuk melakukan control terhadap client-client yang mengakses middle server dengan mengatur seting pada dcomcnfg.
Dengan menggunakan aplikasi multi-tier, maka database driver seperti BDE/ODBC untuk mengakses database hanya perlu diinstal sekali pada middle server, tidak perlu pada masing-masing client.
Pada aplikasi multi-tier, logika bisnis pada middle-tier dapat digunakan lagi untuk mengembangkan aplikasi client lain,sehingga mengurangi besarnya program untuk mengembangkan aplikasi lain. Selain itu meringankan beban pada tiap-tiap mesin karena program terdistribusi pada beberapa mesin.
Memerlukan adaptasi yang sangat luas ruang lingkupnya apabila terjadi perubahan sistem yang besar.
Kekurangan arsitektur Multi tier :
Program aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier.
Lebih mahal
Keunggulan client server
• Kecepatan akses lebih tinggi
• Sistem keamanan & administrasi lebih baik
• Sistem backup data lebih baik
Kelemahan Client/Server
  • Biaya lebih mahal
  • Dibutuhkan komputer dengan spesifikasi khusus untuk menjadi server
  • Ketergantungan terhadap server, jika server terganggu maka keseluruhan jaringan terganggu


Client server local & secara geografis

Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation.

Client server lokal
Sedangkan LAN secara geografis maksudnya adalah local area network yang mencakup suatu gedung, bangunan dan lain-lain.

Manfaat LAN.
Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).
Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).
File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.
File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol.
Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.
Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali.
Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat.
Bila salah satu client/server terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian komputer pada jaringan LAN dapat mengakses ke jaringan Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem.

Referensi : http://dunovteck.wordpress.com/2011/06/07/client-server/